Tinggalkan komentar

Belajar Bahasa Arab itu (Sebenarnya) mudah


Bahasa Arab yang merupakan bahasa Al-Furqon menjadi suatu hal yang wajib dimengerti kaidah-kaidahnya untuk lebih mendalami kandungan dari Al-quran. Dimulai dengan perbendaharaan kosakata (mufrodat), penguasaan tata bahasa (nahwu) dan perubahan-perubahan bentuk kata (shorof) yang memang secara normatif menjadi dasar dalam pembelajaran Bahasa Arab. Memang tidak bisa dipungkiri ketika belajar Bahasa Arab, materi-materi tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sehingga tidak disangsikan lagi ketika menemukan proses pembelajaran bahasa Arab di  lembaga-lembaga pembelajaran Bahasa Arab, seperti pondok pesantren, tempat kursus hingga seminar singkat tentang bagaimana menguasai Bahasa Arab, akan menemukan setidaknya tiga materi dasar tersebut.

Dari sekian materi yang harus dikuasai secara bersamaan terkadang membuat pembelajar pemula kewalahan dan seringkali mudah jatuh dalam putus asa jika tidak disertai ghirrah dan azzam yang kuat. Sehingga muncul anggapan di sekitar orang awam bahwa belajar Bahasa Arab itu sulit dan tidak sesederhana yang dibayangkan. Padahal anggapan ini bisa dipatahkan jika sang pemberi materi atau instansi yang menyediakan pembelajaran Bahasa Arab mempunyai konsep yang jelas dan teknik jitu dalam memberikan pengajaran materi Bahasa Arab.

  Konsep yang jelas dan teknik jitu disini dimaksudkan sebagai suatu kurikulum yang jelas dan sistematis dengan langkah-langkah yang mendukung pembelajaran Bahasa Arab itu sendiri. Sebagai contoh pembelajaran Bahasa Arab yang diterapkan di PPMI Darussalam Gontor yang notabene dikenal dengan penguasaan bilingualnya menerapkan penekanan metode langsung (direct method) pada tahap permulaan. Metode langsung ini sangat erat kaitannya dengan pengenalan tata bahasa secara sederhana dan tidak berbelit disertai dengan contoh soal (namudzat) dan soal soal tamrinat) langsung di akhir setiap materi. Dan hal yang tidak kalah penting adalah langkah-langkah penunjang yang mendukung penguasaan berbahasa seperti mutholaah (memahami bacaan), muhadatsah (percakapan) dan insya’ (mengarang). Teknik-teknik inilah yang sengaja diusung oleh PPMI Darussalam Gontor untuk mempercepat santrinya dalam penguasaan Bahasa Arab.

Namun,seringkali yang kita jumpai akhir-akhir ini, banyak penyedia pembelajaran Bahasa Arab yang meniadakan metode-metode penunjang yang sebenarnya sangat berkontribusi dalam penguasaan berbahasa dengan dalih belajar Bahasa Arab secara simpel, satu hari menguasai Bahasa Arab dan lain-lainnya yang berbau instan. Padahal dengan adanya metode  mutholaah, muhadatsah dan insya’  akan mempermudah dalam mempelajari Bahasa Arab. Ponpes Darul Hikmah Kutoarjo yang telah menerapkan metode dari Gontor ini dalam pembelajaran Bahasa Arabnya dapat mempercepat penguasaan berbahasa tahap awal dalam waktu kurang dari 3 bulan. Tentunya dengan mewajibkan santri dalam berinteraksi antar sesama dengan muhadatsah Bahasa Arab, pengayaan perbendaharaan mufrodat setiap hari, perbaikan tata bahasa yang salah (islahul lughoh) dan melatih tulisan atau karangan berbahasa Arab (insya’).

Oleh karena itu kita bisa menghapus anggapan bahwa belajar Bahasa Arab itu sulit dengan mengimplementasikan metode penunjang dalam penyertaan pembelajaran tiga dasar materi yang menjadi dasar, perbendaharaan mufrodat, nahwu dan shorof, sehingga tidak menutup kemungkinan seorang pemula bisa menguasai Bahasa Arab tahap awal tidak lebih dari jangka waktu 3 bulan. (Yuni)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: