Tinggalkan komentar

Menengok Kembali Potensi Bahari Nusantara


Wilayah Bahari Nusantara yang melingkupi dua pertiga wilayah Kepulauan Indonesia memiliki potensi-potensi yang cukup besar dalam memajukan Indonesia. Potensi-potensi tersebut diantaranya wilayah perairan yang luas, sumber alam minyak mentah dan gas (crude oil and gas) serta hasil perikanan yang melimpah. Namun, dari potensi yang tersebar di 5,8 juta kilometer persegi luas wilayah laut, hanya sebagian kecil yang telah dieksplorasi oleh penduduk asli Indonesia, sisanya dimanfaatkan, bahkan dikuasai oleh pihak asing.

Salah satu penyebab  mengapa Penduduk Indonesia belum memanfaatkan potensi-potensi yang ada secara optimal sehingga dimanfaatkan oleh pihak asing, karena mayoritas penduduknya masih berorientasi daratan (continental oriented). Yaitu masih beranggapan bahwa daratan yang menjadi peran utama, bukan berorientasi lautan (ocean oriented) yang menjadikan lautan sebagai peran sentral. Dari sinilah timbul kekurangpedulian penduduk Indonesia terhadap potensi-potensi besar yang dimiliki lautan Nusantara. Sehingga potensi-potensi tersebut kurang terpelihara dengan baik, bahkan diabaikan. Dan akhirnya diambil alih oleh pihak asing yang memahami besarnya peluang potensi Bahari Indonesia.

Diantara potensi yang kurang mendapat perhatian dari Penduduk Indonesia, khusunya Pemerintah Indonesia merupakan potensi yang prospektif di masa mendatang,. Contohnya wilayah perairan Indonesia yang mencapai 5,8 juta kilometer persegi, didalamnya terdapat sumber daya perikanan yang cukup melimpah. Di sektor perikanan, per tahunnya dapat memperoleh hasil tangkapan ikan sekitar 6,7 juta ton ikan. Namun, 80 persen dari 7000 kapal perikanan yang terdapat di Indonesia adalah milik asing meski dipasangi bendera Indonesia. Ditambah dengan nelayan asing yang menjarah ikan di perairan Indonesia, membuat persaingan yang berat bagi nelayan setempat.

Di lain sisi, dengan luas wilayah yang cukup luas sektor transportasi laut di bidang komoditas ekspor-impor dan pelayaran dapat berkembang dengan pesat, namun data di lapangan menyebutkan 95 persen arus bongkar muat komoditas ekspor-impor di kuasai kapal-kapal asing.

Tersedia juga sumber daya alam berupa ketersediaan minyak mentah dan gas (migas). Dari sekitar 60 sumber migas yang telah dilakukan pengeboran, 40 sumber migas berada di lepas pantai dan sekitar 14 sumber migas terdapat di pesisir. Dan diperkirakan masih ada sumber migas lain yang tersimpan.  Pengeboran minyak mentah dilakukan dengan bangunan lepas pantai (offshore structure), baik yang terpancang (fixed structure) maupun semi submercible dan bangunan yang diikat menggunakan kawat baja (mooring structure).

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah potensi pulau-pulau kecil yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Akibatnya  penduduk di pulau tersebut berkeinginan untuk memerdekakan diri atau di ambil oleh negara tetangga, contohnya Pulau Timor Timur yang memerdekakan diri dan Sipadan-Ligitan yang sekarang menjadi milik Malaysia. Begitu banyak potensi-potensi Bahari Nusantara, namun belum terkelola dengan baik dan bijak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: