Tinggalkan komentar

Usaha Saja Tidaklah Cukup


Sudah berapa banyak siswa yang depresi karena tidak lulus Ujian Nasional, sudah berapa banyak mahasiswa yang berputus asa dikala mendapatkan indeks prestasinya (IP) di bawah ambang batas ‘aman’. Sudah berapa banyak aktivis dakwah yang “menyerah” dengan keadaan sekitar atau cakupan objek dakwah yang sulit menerima seruan mereka. Walaupun seringkali mereka ditemui telah sungguh-sungguh dalam berusaha, bahkan telah banyak menyita sebagian besar waktu, energi dan pikiran mereka untuk berusaha.

Yang jadi pertanyaan, kenapa tidak sedikit dari mereka yang telah bermandikan keringat (baca : berusaha) tidak kunjung mendapatkan hasil yang mereka harapkan. Ibarat seseorang yang memancing ikan seharian hanya memperoleh tangkapan beberapa ekor saja, bahkan pulang ke rumahnya dengan tangan hampa. Pola pikir inilah yang seringkali merasuki masyarakat kita, dengan asumsi usaha yang keras pasti akan mendapatkan hasil yang didambakan. Ada anggapan dari sebagian masyarakat bahwa segala kesuksesan, keberhasilan dan kemudahan berasal dari apa yang mereka usahakan sendiri tanpa “campur tangan” dari yang Maha Kuasa.

Padahal yang memberikan segala nikmat, baik berupa kesuksesan, keberhasilan dan kemudahan tidak lain hanyalah Allah Ta’ala. Kita hanya dititipkan kesuksesan, keberhasilan dan kemudahan. Tidaklah patut seorang hamba meng’copy right’ kan nikmat yang Allah berikan sebagai konsekuensi dari apa yang diusahakan, tanpa uluran sifat Ar-rahman dan Ar-rokhim -Nya. Bahkan ketika kita berusaha sekuat tenaga, menggelontorkan semua kemampuan yang kita miliki, meretaskan seluruh pikiran dan ide kita, namun jika itu semua tidak diridloi Allah, maka kita tidak akan mencium semerbak wanginya bau harapan apalagi mendapatkan harapan yang kita ingingan.

Maka dari itu, usaha saja tidaklah cukup untuk menuai manisnya keberhasilan. Dibutuhkan untaian doa yang harus kita panjatkan kepada-Nya setelah kita memaksimalkan usaha sesuai kemampuan kita. Karena apa yang kita minta pasti akan dikabulkan oleh-Nya, jika kita memenuhi perintah-Nya dan beriman kepada-Nya. Dalam surat Al-Baqarah ayat 186 diterangkan :

                   
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Selain itu, doa merupakan suatu amal ibadah yang yang mulia dan tidak ada yang lebih mulia di hadapan Allah selainnya. Seperti sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Nu’man ibnu Basyir. Dari Nu’man Ibnu Basyir رضي الله عنه bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda: “Sesungguhnya doa adalah ibadah.” Serta yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه: “Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di hadapan Allah selain doa.”

Namun, setelah berdoa tidak sedikit dari kita yang mengeluh apa yang diinginkan tidak kunjung tiba. Ketahuilah, bahwa Nabi SAW pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. : ia berkata:Bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: “Akan dikabulkan doa seseorang di antara kamu sekalian selama dia tidak terburu-buru berkata: Aku sudah berdoa, tetapi aku tidak atau belum dikabulkan.” Adakalanya doa dikabulkan langsung seketika, ditangguhkan atau diberikan ketika di akhirat kelak. Seringkali kita melupakan bahwa Dialah yang maha tahu akan kebutuhan hambanya dan apa yang terbaik bagi hambanya yang beriman. Karena sesuatu yang baik menurut manusia, belum tentu baik menurut-Nya dan sesuatu yang buruk di mata manusia, belum tentu buruk di hadapan-Nya

Jadi setelah menyempurnakan usaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh memohon apa yang terbaik bagi kita, maka kita tinggal menyerahkan sisanya berupa keputusan terbaik dari-Nya. Bersabar. Dan menyakini bahwa di setiap kesulitan pasti terdapat kemudahan. Sehingga kita tidak akan mendapatkan ‘penyesalan’ berupa rasa depresi dan keputusasaan jika apa yang kita inginkan belum kunjung tiba. Yakinlah bahwa Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Sejatinya manusia yang berusaha dan Dialah yang menentukan segala yang diusahakan olehnya. (yuni)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: