Tinggalkan komentar

Tak Akan Terlupakan


Malam itu, tepatnya ba’da Maghrib seluruh santri dikumpulkan di masjid Al-Hikmah. Di sanalah, tepat di depan santri yang duduk takzim berdiri sesosok ustadz yang amat kami cintai, dengan penuh wibawa beliau menyampaikan pengarahan untuk menghadapi pekan raya ujian, “Bil imtihan yukramul mar’u au yuhanu, Dengan ujian seseorang akan menjadi MULIA atau HINA”. Ya, maksud beliau jika seseorang yang berhasil melewati ujian dan sukses dengan cara terhormat maka dia akan dimuliakan dengan ujiannya, tetapi sebaliknya , jika gagal menempuh ujian dia hanya akan dipandang sebelah mata. Kemudian beliau melanjutkan dengan nasehat-nasehat dan motivasi yang langsung memercikkan bara api semangat di tiap-tiap diri pembelajar yang mengikuti majlis ini. Dan tidak lupa majlis yang sarat dengan “amunisi perang” ini ditutup dengan doa bersama, bermunajat kepada Allah ta’ala agar dilancarkan dalam setiap prosesnya serta membawakan berkah bagi semua. Begitulah yang dilakukan ustadz Nurkholis setiap membuka pekan raya ujian, memberikan pengarahan, nasehat dan motivasi kepada santri sebagai bekal untuk menghadapi musim-musim ujian yang mulai memanas.
Continue Reading »

Tinggalkan komentar

VerbAce


Bagi yang mau download kamus English-Arab-Indonesia bisa klik link di bawah ini :
https://docs.google.com/open?id=0B99iJyKHGasEZjcwMjllMGQtMTRmOC00OTI0LThjMDktODliYmQ1NTk0MDM0

Tinggalkan komentar

Perkakas ‹ >> Peraduan Ilmu


Perkakas ‹ >> Peraduan Ilmu.

Tinggalkan komentar

Berpikir Sebelum Berucap


Suasana sorak sorai saling bersahut-sahutan seiring dengan unggulnya Timnas Indonesia – U-23 mendominasi permainan sepak bola melawan Malaysia. Namun, umpatan bertubi-tubi tidak kalah derasnya keluar dari supporter tim Merah Putih ketika pemain kebanggaan Indonesia melewatkan setiap kesempatan untuk menambah skor. Umpatan yang bervariasi jenis, mulai dari ungkapan kesal hingga nama-nama binatang dengan berbagai variasi bahasa daerah senantiasa “menghiasi” pagelaran pentas perlombaan tingkat Asia Tenggara, SEA Games.

Kasus di atas mungkin sering kita temui di sekitar lingkungan kita. Seakan-akan umpatan-umpatan atau kata kotor sudah mendapatkan tempat di hati penduduk muslim. Lebih parahnya lagi “penyakit” ini tidak menyerang orang dewasa saja, melainkan anak-anak dan remaja turut “menyemarakkan” ajang mengumpat dan berkata kotor ini.

Kurangnya kesadaran untuk menjaga lisan menjadi biang pertumbuhan umpatan dan kata kotor ini. Padahal Islam telah mengajarkan untuk menjaga lisan dengan berkata yang baik atau diam. Imam An-Nawawi pernah berkata, “Ketahuilah, sepantasnya bagi setiap mukallaf (orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan, kecuali perkataan yang jelas mashlahat padanya. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu sama mashlahatnya, maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. Karena perkataan mubah bisa menyeret kepada perkataan yang haram atau makruh. Bahkan, ini banyak atau dominan pada kebiasaan. Sedangkan keselamatan itu tiada bandingannya. Telah diriwayatkan kepada kami di dalam dua Shahih, Al-Bukhari (no. 6475) dan Muslim (no. 47), dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.”

Kurangnya menjaga lisan dapat berakibat buruk terhadap diri sendiri maupun orang lain. Perbuatan ini menjadikan hati seseorang menjadi keras dan mengurangi sikap wara’ serta dapat mematikan hati. Selain itu, dapat menyinggung perasaan orang lain dan menimbulkan renggangnya ikatan persaudaraan.

Sebuah ungkapan mengatakan “berpikirlah sebelum berucap”. Dengan berpikir seseorang akan memilah-milah kata yang akan diucapkan dan mempertimbangkan dampak baik-buruk dari perkataannya. Seringkali berpikir inilah yang kita lewatkan ketika berbicara, sehingga perkataan yang keluar dari mulut kita tidak terkontrol. Memang dibutuhkan latihan yang keras untuk membiasakan berpikir sebelum berucap. (yuni)

Tinggalkan komentar

Saksikan Aku Seorang Muslim


         Seiring bebasnya budaya asing yang menerobos masuk hingga ke palung samudra kehidupan muslim tanah air, semakin besar jumlah muslim yang kehilangan jati dirinya. Budaya asing yang tak lain diboncengi oleh konsep – konsep jahiliyah berbungkus “jubah” gaya hidup modern, secara perlahan melunturkan nilai-nilai kebanggaan muslim akan pegangan hidupnya, Islam.  
Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Road to Pemandu FTK ITS 2011 Bismillah Mohon…


Road to Pemandu FTK ITS 2011
Bismillah…
Mohon doanya, semoga dimudahkan

Tinggalkan komentar

Pergeseran Iklim dan Musim di Indonesia


Yuni Ari Wibowo

Mahasiswa Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Dalam tugas mata kuliah Oseanografi


 

Pada beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran iklim atau musim dari periode perubahan musim yang biasanya (sirkulasi monsun). Fenomena ini terjadi hampir di sebagian belahan dunia, termasuk juga belahan bumi Indonesia.
Continue Reading »